Wednesday, May 4, 2016

Mahasiswa BKI Nobar Film Patch Adams

Selasa 2 Mei 2016 Mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga nobar alias “nonton bareng” film Patch Adam di gedung Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara nobar ini bukanlah acara nobar biasa. Film yang diputarkan pun juga bukan film biasa pula. Acara pemutaran film tersebut berjudul “Patch Adam”. Nobar Film tersebut sengaja dipersembahkan kepada mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga ini pada umumnya bertujuan memberikan pencerahan motivasi serta wawasan mahasiswa bagaimana seseorang membantu orang lain dengan cara yang berbeda. Khususnya dalam memberikan gambaran aplikatif terhadap teknik-teknik konseling. Meski film tersebut ranahnya cenderung kepada kedokteran, disisi lain film tersebut menyentuh peran psikologis yang kental. Ini menjadi hal yang dipertimbangkan penting bagi mahasiswa BKI dalam mengetahui cara –cara sederhana, istimewa, dan berbeda seperti apa yang mampu membantu meningkatkan kualitas psikologis seseorang dengan tepat.
Mungkin sebagian dari kita, tidak banyak mengetahui film berjudul Patch Adam ini, karena memang film ini adalah film lama yang dipublikasikan tahun 1998. Menurut beberapa literatur bacaan yang saya pelajari melalui film maupun buku Patch Adams. Film Patch Adams menceritakan kisah mahasiswa kedokteran bernama Hunter Adams yang diperankan oleh aktor kawakan Robin Williams. Dalam film itu dikisahkan Patch Adams mengalami depresi sehingga ia divonis terkena gangguan jiwa.
Saat dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Patch Adams belajar banyak dari pasien rumah sakit dan bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik untuk kesembuhan pasien. Ia melihat doktor yang melayani dan menyembuhkan di Rumah Sakit Jiwa tersebut sekedar melaksanakan pengobatan secara medis. Artinya seluruh aktivitas penyembuhan diandalkan oleh bahan-bahan kimiawi. Misalnya obat penenang, obat tidur, obat bius atau penahan rasa sakit. Adams yang mengalami gangguan terhadap depresinya yang membuat ia akhirnya bertemu dengan sekawan penderita gangguan jiwa. Mula-mula ia belajar apa yang sebenarnya dirasakan oleh salah satu penderita gangguan kejiwaan. Ia belajar mengerti bahwa yang dibutuhkan oleh pasien bukanlah obat, mereka butuh didengarkan. Mereka butuh mitra. Mereka butuh diikat inti jiwanya dengan cara yang unik. Keunikan itu terjadi pada kisah profesor matematika & industri Amerika Serikat yang mengalami “sindrom kejeniusan”. Akibat sindrom kejeniusan profesor tersebut ia menjadi gila akibat terlalu jenius. Sang profesor terlampu mendalami wilayah falsafah ilmu, hingga apa yang dipikirkannya bukan lagi yang orang biasa pikirkan hingga ia divonis gila. Adams seolah memberikan nafas baru dalam dunia penanganan pasien gangguan jiwa.

Ia bahkan bisa mengatasi trauma salah satu pasien yang sangat takut pada hewan-hewan kecil (kelelawar). Pasalnya pasien tiba-tiba teriak, ketakutan, mencakar-cakar, panik dan histeria. Bahkan tidak pernah mau ke kamar mandi karena trauma pada hewan tersebut. Melalui teknik role playing (bermain peran). Adams belajar menyelami peran sebagaimana ia trauma pada hewan kecil itu. Ia bergaya dan berperan seakan benar-benar menghadirkan secara nyata dan memperlihatkan cara mengusir ketakutan dalam dunia pada trauma tersebut. Dasyat bukan? Pengalaman-pengalaman ini membuat Patch Adams terinspirasi dan bertekad untuk dinyatakan sembuh agar bisa melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran demi bisa membantu orang lain yang sedang bermasalah kesehatannya. Meskipun usianya dan perawakannya terlihat sudah tidak sesuai sebagai mahasiswa tingkat pertama fakultas kedokteran, namun Patch Adams sangat antusias dan selalu bersemangat dalam belajar. Terlebih lagi ternyata Adams termasuk mahasiswa jenius yang bisa dengan cepat memahami materi yang diberikan para dosen. Selain itu, Adams juga telah memiliki pemahaman tersendiri bahwa mengobati pasiens tidak cukup hanya dengan pendekatan medis, namun juga perlu pendekatan psikologis agar pasien merasa nyaman, kualitas hidupnya meningkat dan lebih berani dalam menghadapi segala kemungkinan dalam hidupnya. Adams berpendapat bahwa “A doctor’s mission shoud be not just to prevent death, but also to improve the quality of life”. Tujuan seorang dokter tidak hanya menyembuhkan pasien atau mencegah kematian, tapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kekritisan Adams sebagai mahasiswa kedokteran seringkali membuat dokter-dokter pengajar kebingungan. Salah satunya saat mengamati sang dokter yang sedang memeriksa pasien-pasien di rumah sakit. Dokter pengajar memberitahukan pada mahasiswa penyakit pasien dan tindakan-tindakan yang dilakukannya. Namun sang dokter tidak menyebut nama si pasien melainkan hanya nomor identitas pasien yang diberikan oleh Rumah Sakit. Saat dokter pengajar menawarkan adakah pertanyaan, Adams mengacungkan tangannya dan bertanya: “Siapa nama pasiennya?” “What???” Dokter pengajar tampak linglung lalu meminta Adams mengulangi pertanyaannya. Sang dokter pun bertanya pada perawat dan mencari nama sang pasien beberapa saat baru bisa menjawab pertanyaan Adams. Dari sini Adams ingin mengingatkan bahwa pasien tersebut adalah manusia yang punya nama dan harga diri, bagaimana dokter bisa berusaha optimal memberikan pelayanan demi kesembuhan pasien bila menyebut nama pasien pun tidak terpikirkan. Dokter Patch Adam memberikan pelayanan.
Pada kesempatan lain Adams melihat anak-anak yang sedang sakit tampak tidak bersemangat. Ia pun menyelinap dan berpura-pura sebagai dokter lalu mengajak anak-anak berkomunikasi, bercerita lucu dan bergaya layaknya badut dengan memakai hidung badut berwarna merah. Hal ini membuat anak-anak tertawa bahagia dan kembali ceria. Tindakan Adams pun mendapat dukungan dari rekan-rekannya terutama setelah Adams berhasil membujuk seorang pasien yang sedang dalam pengawasan temannya yang semula tidak mau makan dan minum obat, menjadi bersemangat lagi sehingga tidak lagi sulit untuk diberikan makanan dan obat. Meskipun mendapat dukungan dari teman-temannya dan kalangan perawat rumah sakit, namun tidak demikian dengan pengajar yang merupakan dokter-dokter senior, berpengalaman dan bergelar profesor.
Adams akhirnya disidang untuk memutuskan apakah ia akan tetap diijinkan kuliah ataukan di keluarkan (drop out/DO). Adam mengumpulkan teman-teman yang mendukungnya dan beberapa pasien yang kondisinya membaik bahkan sembuh berkat bantuannya. Patch Adams melakukan pembelaan diri dengan sangat baik dan tidak bisa dibantah oleh para dokter senior dan profesor yang tidak suka padanya.
Setelah lulus dan menjadi dokter, Adams dan teman-temannya yang seide mendirikan klinik “Gesundheit” untuk bisa melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan pendekatan yang berbeda dari dokter-dokter dan rumah sakit lain pada umumnya. Pendekatannya pada kemanusiaan, komunikasi, empati namun tetap mengedepankan etika, profesionalisme dan kompetensi seorang dokter.
Klinik yang kemudian menjadi rumah sakit ini ternyata sukses besar dan menjadi buah bibir masyarakat karena pendekatan pelayanannya yang sangat memuaskan pasien. Dan yang amat menakjubkan rumah sakit Patch Adams saat ini masih ada. Hal ini membuat dokter-dokter lain tertarik untuk bergabung dan belajar metode yang diterapkan dokter Patch Adams dan rekan-rekannya. Para dokter yang ingin bergabung tersebut rela meninggalkan pekerjaannya yang sudah stabil di rumah sakit atau klinik terkenal. Saking banyaknya yang ingin bergabung, mereka harus bersabar antri di daftar tunggu menunggu giliran bergabung di Gesundheit. Gesundheti menjadi tempat perawatan favorit masyarakat dimana kesembuhan dan kualitas hidup bisa didapatkan secara bersama-sama karena dokter-dokter dan petugas kesehatannya mengerti bagaimana memberikan pelayanan yang manusiawi dan berempati.

Friday, February 26, 2016

Pengalaman KRS-an ala SIA

Pengalaman KRS-an ala SIA
Awal yang indah untuk tulisanku kali ini setelah off liburan. Akhirnya mulai menulis kembali pengalamanku. Sibuk lalu lalang mahasiswa tak terasa karena liburan, namun waktu cepat berlalu dan saya sendiri panik dengan nasib semesteranku. KRS-an. Tulisan kali ini akan lebih banyak curhat, ( jangan salah paham ke judul lagu SIA Furler ya.. ^_^ ) semoga berguna hitung-hitung tips buat adik-adik angkatan yang mau KRS-an.
Ini semua di awali pada tanggal 29 Januari 2016, hari di mana pengiputan KRS (Kartu Rancangan Study) mulai dibuka. Artinya ini untuk yang ke-5 kalinya pengalamanku input KRS selama menjadi mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setiap tahun saat penginputan KRS, sudah dipastikan seluruh mahasiswa bergerilya sejak pagi hingga semalaman suntuk begadang demi mendapatkan selayang jadwal KRS.
Selama menjadi mahasiswa aktif Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, jadwal penginputan KRS FDK selalu dihari pertama. Dan biasanya bersamaan dengan Fakultas Adab. Kebayang kan bagaimana sulitnya input KRS bareng sama Fakultas lain. Hmmmss ekstra sabar ...
Pagi itu saya terbangun dalam keadaan setengah sadar. Masih dalam awang-awang rasanya. Haedsetpun masih terpasang di kedua telinga. Rupanya saya lupa melepas headset karena terlalu hanyut mendengar lantunan shalawatan habib syech sebelum tidur semalam.
Tengah malam sekitar pukul 3.13 saya terbangun. Terkejut saat melihat jam dilayar Hp. Mindset otak saat itu bekerja mengingat-ingat tanggal, hari apa dan jam berapa ini?
Bergegas berdiri lalu melihat kalender. Ternyata hari ini tanggal input+revisi KRS.
“Sudah waktunya bergerilya“, dalam hatiku bergumam.
Tanpa menunda saya menyalakan laptop dan meraih modem diatas meja belajar. Sekejap saja saya telah berhasil mengubah pengaturan jaringan dan kemudian mengaktifkannya. Sesaat kemudian muncul tampilan “ON” yang artinya data telah siap digunakan untuk mengoprasikan internet. Ku tuju layar berikutnya dan menekan alamat web internet Akademik UIN Sunan Kalijaga.
Klik klik klik ...... ku ketik sebuah laman yang akan menjadi perjuanganku kuliah untuk satu semester ke depan.
Kembali pada laptop dan laman akademikku (akademik.uin-suka.ac.id). Segera ku memasukkan nim dan paswordku agar dapat login mengakses laman tersebut. Ya rab….setelah buffering bererapa menit muncul tampilan berwarna merah dengan pernyataan “Maaf anda belum melunasi tagihan pembayaran SPP”
Hah? Belum melunasi tagihan pembayaran? Duh...kanjeng gusti kenapa bisa? Padahal saya sudah melunasi SPP semester ini. Ini pasti servernya eror lagi.
Di sudut kasur saya mendengar telpon genggamku berbunyi. Bunyi pesan sms, bbm, dan wa bersahutan. Tapi tidak begitu terhiraukan olehku, karena sangking sibuknya dengan laman KRS-an. Terus ku refresh laman tersebut. Sampai menyita seluruh perhatianku. Setiap direfresh 5 menit lamannya loading bahkan reload terus menerus. Agghhh.... sudah tiap tahun seperti ini. Servernya lagi-lagi terlalu sibuk. Bersabar lebih baik.
Alhamdulillah sampai 6 jam didepan laptop mata kuliah semester 6 terinput seluruhnya. Tidak sulit hanya butuh keahlian yang konsisten saat input.
Tips Buat Teman-teman lancar krs dari pengalaman pribadi dan teman-teman lainnya
1. Jangan pernah lupa buat ngecek mata kuliah ditawarkan dan bikin plan KRS
Agar input KRS tidak blank dan bingung mau ambil mata kuliah apa saja. Hal pertama buat planning mata kuliah apa saja yang akan diambil. Urgent. Sebab bisa jadi makul yang ditawarkan sampi puluhan mata kuliah. Biasanya, dalam penginputan KRS ada penawaran mata kuliah yaitu mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan. Selama ini FDK BKI Semester 1 masih paket dan diinput lewat jurusan. Tapi untuk semester 2 ke atas diinput secara pribadi (masing-masing mahasiswa). Untuk memudahkan buatlah list makul sebaiknya. Tulis daftar makul prioritas maksudnya daftar yang mempermudah buat nentuin makul apa yang harus diklik pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Perhitungkan jamnya agar tidak tabrakan. Syukur-sykur dapat dosen pengampu mata kuliah yang luar biasa ilmunya.
2. Akses SIA (Sistem Informasi Akademik) sejam sebelumnya (kira-kira), login, dan terus refresh halamannya kira-kira tiap 5 menit.
Saat jadwal jatah pengisian krs telah ditentukan. Segera persiapkan seluruhnya. Bagi yang tidak memiliki laptop pribadi, carilah warnet dengan akses internet speedy. Jangan lupa pilih paket 1,2,3 atau 4 pemakaian internet yang digunakan. Itu lebih meminimalisir budget ketimbang mengambil personal saat internetan yang terhitung boros.
Bagi yang punya laptop pribadi sebaiknya pakai modem, wifi kampus atau tethering HP dari data kartu yang paling oke aksesnya. Namun, selama ini warnet tetap jadi pilihan untuk input tercepat.
Setibanya di warnet, login ke laman akademik.uin-suka.ac.id setengah jam sebelum dimulai penginputan. Mengantisipasi warnet penuh dan pengisian data pribadi sebelum input krs. Kadang-kadang mahasiswa lupa mengisi pembaharuan data diri seusai pembanyaran di Bank. Yang akhirnya, memperhambat proses penginputan krs. Karena loading dan refresh halamannya kira-kira tiap 5 menit.
3. Jangan banyak membuka laman akademik lebih dari 3 tab.
Pengalaman pribadi saat isi krs saya hanya membuka 1 laman saja. Menunggu penuh konsisten laman tersebut tanpa membuka laman kedua, ketiga, keempat, kelima dll. Jadi fokus pada satu laman pada Google Chrome saja. Meski menunggu hampir 20 menit tapi dipastikan mata kuliah bisa terinput. Usahakan untuk tidak membuka dengan aplikasi internet lainnya misal membuka juga di Opera lalu membuka lagi bersamaan di Mozila. Karena itu justru membuat laman dapat logout sendiri saat loading maupun reload/refresh. Jadi, sebaiknya jangan banyak membuka laman SIA lebih dari 1. Sehingga server tidak terlalu sibuk dan segera memberi tindakan.
4. Jangan Panik dan Sabar
Tips yang ke empat ini tergolong penting banget. Serius. Sebisa mungkin jangan heboh, panik dan tergesa-gesa karena tidak bisa input. Konsultasikan pada pihak jurusan atau langsung ke PTIPD.
Kalau belum bisa input karena data kita yang lemot segera kirim mesengger kepada teman yang sudah untuk membantu input krs. Dan sebaliknya, jika kamu selesai input seyogyanya membantu yang lain input. Kuncinya sabar, menunggu dan tidak tergesa-gesa
5. Jangan ngeklik banyak mata kuliah sekaligus pas KRS.
Ini kemarin kejadian sama teman satu anak angkatan 2013 yang KRS bareng pas semester 5. Sebaiknya setelah masuk laman pengisian krs. Muncul pilihan mata kuliah. Klik lalu pilih satu mata kuliah. Tunggu reload dahulu. Jangan klik dua mata kuliah secara bersamaan.
Sepengetahuanku KRS FDK tiap kita klik 1 makul, halaman akan refresh dengan sendirinya. Kalau sukses, nanti muncul tulisan Mata Kuliah Berhasil Ditambahkan”. Sisa sks dan sks yang diambil yang ada di atas akan dilaporkan.
Kalau langsung borong ngeklik banyak-banyak, bisa jadi yang masuk yang diklik duluan atau malah ngak masuk sama sekali. Jadi kerja dua kali buat ngecek makul apa yang keambil barusan. Dan itu butuh reload laman berjam-jam.
6. Jangan lupa nge-print hasil KRSan.
Setelah dirasa telah input semua makul download atau print hasil krs. Untuk jaga-jaga pas dibuka keesokan harinya tiba-tiba apa yang sudah kita pilih tahu-tahu mengilang dari KRS. Sebagai bukti protes sambil menunjukan print out dari KRS Sementara. Itu akan membantu. Tapi pengalaman selama mengisi krs 5 kali di UIN, belum pernah dengar teman-teman mendapat masalah semacam ini.
Masalah yang banyak muncul umumnya, terkait kehabisan kuota kelas dan kehabisan waktu input (batas waktu) dan jaringan server yang lemot. Jadi disarankan untuk selalu print tiap KRS-an.

Sunday, April 5, 2015

Mendidik Tidak Bisa Mendadak

Mendidik Tidak Bisa Mendadak ^_^
Oleh : Dewi Purwati

Praaaang…..!  Sebuah gelas meluncur dari tangan anak ke lantai dan dalam sekejap pecah berkeping-keping.
Sejenak  anak akan tertuntuk dengan wajah ketakukan dan tidak berani memandang wajah bundanya?
Pernahkan teman-teman mengalami hal yang seperti saya ilustrasikan?
Jawabannya adalah:
Benar..tentu saya pernah mengalami hal tersebut dan saya yakin setiap anak pernah mengalaminya. Pengalaman yang sempat saya tulis di edukasi kompasiana Minggu, 5 April 2015 (http://edukasi.kompasiana.com/2015/04/05/mendidik-tidak-bisa-mendadak-735523.html)
Saat itu saya masih kelas 2 SD mungkin,,masih ingat sekali ketika tidak sengaja memecahkan gelas hiasan dirumah. Entahlah atas dasar keinginan apa aku ingin mengambil kunci dari lemari umi untuk membuka lemari hiasan yang berisi gelas hias itu. Imajinasiku saat itu hanya ingin bermain pasar-pasaran ^_^ pasar-pasaran adalah sebuatan permaianan tradisional untuk perempuan kecil usia dini bagi Orang Jawa. Biasanya permaianan ini berisi aktivitas masak-masakan, memainkan peran (role play) seperti menjadi sosok orang dewasa.
Kembali dengan gelas hias tersebut, aekhirnya aku berhasil mengmbil kuncinya. Setelah kunci tersebut berada ditanganku, dengan segera aku menuju lemari hias. Di depan lemari hias aku sudah memandang berbinar mainan yang aku angankan…hehe. Setelah mencoba memilih satu kunci untuk membuka lemari. Ternyata kunci pertama adalah kunci yang tepat. Senang bukan kepayang saat itu rasanya. Akupun membuka pintu lemari dan mengeluarkan gelas itu dari lemari. Dalam hati aku bergumam "asyiiik...umi sedang mencuci baju...yeyeye bisa maianan pasar-pasaran dengan gelas ini,,," Begitu ilustrasi hati saya saat itu ^_^
Setelah berhasil mengambil dan terpenuhi rasa penasaran bermain gelas itu…tiba-tiba gelas hias tersebut jatuh saat aku berlari-lari membawanya. Praaaaaang……! Sebuah gelas cantik yang kupegang jatuh ;(  aku takut….aku diam seketika. Umi yang mendengar suara pecahkan itu datang ke depan pintu.
Aku sangat takut ,,, aku tidak berani memandang umi saat itu. Rasanya kali ini pasti umi akan menjewerku, aku akan dipukul. Karena kali ini aku benar-benar nakal dan berani mengambil gelas hias itu tanpa izin ummi. Padahal gelas itu mahal. Rasanya aku ingin menangis, meskipun umi belum berkata-kata apapun.
Saat mulai meneteskan air mata sambil menunduk. Umi berkata : oh…pecah ya ….. Umi boleh membersihkan pecahannya?
Seketika aku senang dan berbinar-binar umi tidak marah tanpa menyuruhku untuk membersihkan pecahannya.
Setelah aku dewasa aku mulai mengerti dan mengambil pelajaran, ungkapan bahasa itu adalah cara yang terbaik dalam mendidik anak.
Saat kita kelak memiliki putra atau putri, tentu pengalaman yang saya alami mungkin bisa saja terjadi. Akan lebih baik seharusnya umi saat itu mengajakku untuk membersihkan pecahan-pecahan gelasnya. Namun saat itu umi tidak mengajakku untuk membersihkan pecahnya.
Sebab alasannya sangat sederhana, yakni mengajak merefleksikan diri atas kejadian tersebut. Dan mengajak diskusi saat ia merasa menunduk dan bersalah. Bukan dengan menyalahkan tetapi dapat membantu dengan kalimat diskusi: yang pertama, pastikan anak menggunkan sandal jepit terlebih dahulu sebelum diajak bersama-sama membersihkan, perintah anak untuk mengambil pecahan gelas yang tidak tajam bersama ibu sambil mengajak diskusi sang anak :“Nah….menurut adik, pelajaran apa yang dapat diambil dari pecahnya gelas tadi?”
Jika anak belum punya ide, mungkin kita bisa membantu  dengan menginspirasi. Misalnya dengan bertanya: ”Tangan adik basah nggih waktu memegang gelas” (“Apakah tangan adik basah ya saat memegang gelas?” ) atau kalimat lainnya. Tentu anak akan menjawab dan luluh dengan pertanyaan diskusi seperti ini. Atau bisa seperti ini : Sudah, bunda tidak marah .… adik sudah bagus mau membereskan, hanya lain kali harus sedikit hati-hati ya bagaimana setuju ? ”. Buat anak untuk  mengikat dengan persetujuan ^_^. Tentu anak akan menjawab : “Setuju ummi “
Jangan lupa peluk dan ingatkan anak setelah itu. Sangat tidak dianjurkan untuk menyampaikan kata-kata yang kasar seperti “Makanya kalau pegang gelas hati-hati doooong!!!! Atau “Makanya….hati hati dong ! ataupun berkata seperti ini. “Kok bisa pecah siiii… mau dijewer!”
Memang tidak mudah tapi mendidik tidak bisa mendadak. Sudah saatnya merubah pola asuh yang lebih baik. Dan yang perlu harus kita ketahui sebagai manusia yang dewasa adalah bahwa kejadian seperti gelas pecah, merupakan kejadian yang tidak sengaja meskipun anak nakal. Sehingga tidak ada niatan sedikit pun dari anak untuk melakukannya apalagi untuk memecahannya. Bahkan mungkin bisa jadi seperti kasus saya, karena saya kagum ingin bermain dan memengan gelas hias tadi. Tentu itu adalah perasaan naluriah anak yakni senang dengan segala sesuatu yang menarik.
Beberapa catatan bunda yang perlu diingat kembali setelah kejadian itu berlangsung adalah ^_^
  • Berikan pelukan  ^_^ ingat pelukan yang terhangat dan ciuman sayang kepada anak, sambil mengungkapkan kalimat-kalimat positif. Yakinlah bunda…buah hatimu tidak berniat melakukan hal itu
  • Tidak perlu mengungkit-ungkit kejadian tersebut di masa yang akan datang. Kalaupun itu terulang kembali, lakukan penanganan dengan cara yang sama. Ingat tidak dengan marah-marah dan sewot ^_^ Bukankah seorang penari piring membutuhkan banyak sekali latihan supaya piring-piring yang dibawa tidak jatuh bunda?
  • Ketika orang tua lebih memilih menolong dibanding mengomel, kelak anak akan menemui permasalahan dlam hidupnya, dia akan lebih memilih mencari solusi dibanding mengeluh atau marah-marah. Ingat nggih, Mendidik itu tidak bisa mendadak ^_^

Saturday, April 4, 2015

Jelang UTS UIN Sunan Kalijaga


Jelang UTS di UIN Sunan Kalijaga
Oleh : Dewi Purwati

Menjelang Ujian Tengah Semester setiap tahunnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dapat kita jumpai keunikan disetiap sudut kampus Universitas yang berbasis keislaman ini. Nampak terlihat mahasiswa ataupun mahasiswi sedang berkumpul asyik berdiskusi, bertukar pengetahuan, membahas materi-materi lewat diskusi hangat dan santai hingga menjelang malam. Seakan akan serambi-serambi teras Fakultas padat dan sesak oleh mahasiswa yang haus ilmu ini. Tak ketinggalan saya serta rekan-rekan bki memiliki rutinitas yang sama berkumpul entah itu hanya untuk membaca atau berdiskusi kecil sharing tentang mata kuliah dan ilmu pengetahuan yang lain. Tentu tidak afdhol bila saya tidak menyebut tempat favorit tersebut, tempat paling nyaman untuk membaca atau hanya sekedar berkumpul dengan teman-teman tersebut ialah Perpustakan UIN Sunan Kalijaga.
Selain tempat yang nyaman. Pemandangan yang bisa kita amati ialah kegiatan mahasiswa membaca buku di dalam perpustakaan UIN Sunan Kalijaga meningkat drastis. Seakan akan membuat diri menggebu-gebu tak ingin kalah untuk giat membaca. Bagaimana tidak hal ini terlihat dari penuhnya seluruh kursi-kursi dari lantai dasar hingga lantai 4 (empat) perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Dihari-hari biasa saja perpustakaan UIN ramai dikunjungi mahasiswa. Tak heran bila telah memasuki waktu ujian seperti ini perpustakaan makin meningkat berubah layaknya supermarket yang sesak dan ramai. Setiap mahasiswa sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang mencari buku, membaca, merensensi jurnal, mengerjakan deadline skripsi, tesis, seminar, diskusi, dll.
Satu pelajaran berharga yakni “Semangat” itu tidak dicari namun harus terus diciptakan, harus terus dibangun denga keistiqamahan. Semangat dan sukses kawan-kawan BKI 2013 semoga ujian kali ini nilai yang diperoleh semakin maksimal dan memuaskan. Jangan lupa minta doa kepada orang tua agar dimudahkan dan dilancarkan ujiannya. ^_^
“Sesungguhnya dibawah doa orang tualah keberhasilan anak tercapai”

Yelling Pramuka Pondok Pesantren Al-Iman Modern Wonogiri



Assalamuaialikum ya salam
Assalamualiakum ya salam..
jumpa liagi dengan iman,,, iman pitri yg caem,,em,,em,,ah,,
caem,,,em,,em,,ah 2x

Tatap matanya seperti mata
Elang tegak tubuhnya kuat beiman
Langkah kaiinya tegakkan nama iman menjunjung tinggi pondok kita al-iman
ye ye ye ya ya ya al iman...ponorogo... 2x

Mambo....mambo...bayangkara iman duwe
amboeda amboedo 2x reva.reva manao...
2x

heee we are member of al-iman,,,2x
rurururururruru azuba he 2x
al -imane putrie funcky'eee2x
1 2 3 4

he we are respector...
kami adalah recpextor
kami datang dengan cinta ....
tebarkan senyum pesona2x
a..a...a...a...

nobody ,,,nobaody but scout...
nobody ,,,nobady but scout,,,
itba'na kasyafah hayya kasyafah,,
nobody ,, nobody ....
nobody,,, but scout 2x
zumala keya...ke kanan
zumala keya....ke kiri
zumala keya....sssttttttttt

zumala keya eya e.....4x
syalalala...uk....uk...
syalalala...uk...uk....
syalalala..........
in antum tafrokunna itbauni..tepuk dada
in antum tafrohunna itbauni..tepuk tangan
in antum tafrohunna lau laa antum farihtum
in antum tafrohuna jamaatan
somebody every body must to be angle
some body angle every body angle
do you my angle?
i love you angle
everithing must
you must believe...baby...2x

wen jannahe karahe
wen jannawa karaha
nohooko shiqolara
ayyu sina ghorib wa lakin nahnu tob'an laa yubalaa 2x
tet..teret..teret..ahaha..teret..tere.ahaha..tret teret...
salam gabungan
zumba..zumba zumba..
oweoooooo.....ush

Kemesraan Nabi bersama Aisyah

Pernah mendengar kisah ini ? kisah romantis nabi dengan Aisyah. Ya… kisah dimana pada suatu hari Baginda Rasullulah saw pulang dari perjalanan jihad, beliau pulang diiringi oleh para sahabat. Nampak di depan pintu gerbang kota madinah aisyah, isteri beliau, Sudah menunggu kedatangan beliau,… rasa rindu kepada Rasulullah saw sudah sangat terasa. Akhirnya, Rasulullah saw.tiba di kota madinah. Aisyah dengan suka cita menyambut kedatangan suami tercinta. Setibanya  Rasulullah saw.di rumah dan beristirahat melepas lelah, aisyah sibuk sibuk membuakan minum untuk sang suami. Lalu, minuman itu di sungguhkan kepada Rosulullah saw. beliau meminumnya dengan perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut.
Tiba-tiba aisyah berkata ”ya Rasulullah, biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku, tapi mengapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”
Rasullulah diam, dan hendak melanjutkan meminum habis air di gelas itu.
Aisyah bertanya lagi. ”ya Rasulullah, biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepada ku, tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”
Akhirnya, Rasulullah saw memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu. Aisyah meminum air itu dan iya langsung kagetdan memuntahkan air itu.ternyata air itu terasa asin bukan manis.aisyah baru sadar bahwa air minum yang di buatnya tercampur dengan garam,bukan gula. Aisyah langsung meminta maaf kepada Rasulullah.
itulah kemuliaan akhlak Rasulullah saw. beliau memaklumi kesalahan yang di lakukan istrinya, tidak memarahinya atau menasihatinya dengan kasar. Rasulullah saw memberikan teladan bahwa akhlak yang mulia bisa di mulai dari lingkungan terdekat. Sebuah hadis menyatakan, ”orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya”.(
HR.TIRMIZI)
Hal yang dapat aku pelajari: Rasulullah melihat Aisyah minum dari sebuah gelas, Beliau pun berusaha untuk minum dari sisi gelas yang sama. Romantis sekali bukan ?
Inilah sebuah ekpressi cinta yang tidak ada kepalsuan di dalamnya. Pada zaman ini dimana cinta tak 'lebih dari kebohongan semata', Beliau mengenalkan apa itu cinta sejati. Cinta yang beliau bawa adalah sesuatu yang nyata lagi menyimpan makna. 

Sebuah Poin penting, Nabi Muhammad saw mampu memadukan peran seorang suami penyayang dengan peran Panglima perang nan garang.

Ketika sakit, saat pertemua dengan Sang Khaliq terasa tak berjarak, tak ada yang beliau pinta kepada istri-istrinya kecuali izin untuk tinggal di kediaman 'Aisyah, mengapa ? Agar beliau bisa melepas dunia ini dalam pelukan Aisyah. Inilah cinta, lebih besar dari ungkapan kata, lebih luas dari goresan pena.

Inilah sosok yang ingin menunjukkan kepada kita bahwa Islam bukan sekedar Agama dengan setumpukan hukum, kumpulan aturan tingkah laku atau sekedar undang-undang aqidah, tapi Islam juga agama cinta. Agama yang akan membawa kamu mengerti akan perempuan yang setia menemanimu, dia yang dengan senang hati menyertaimu bertahun-tahun, dia yang senantiasa memberikan yang terbaik untukmu